Dalam ekosistem Keuangan Terdesentralisasi (DeFi), stablecoin tidak hanya menjadi alat tukar, tetapi juga merupakan infrastruktur utama untuk likuiditas dan distribusi keuntungan. Seiring perkembangan pasar, stablecoin tradisional semakin sulit memenuhi permintaan keuntungan pengguna, sehingga mendorong lahirnya “yield-generating stablecoin” sebagai arah baru.
Pada sektor ini, Unitas dan Ethena menempuh dua jalur teknis yang berbeda. Keduanya sama-sama mengadopsi strategi Delta Neutral (market-neutral) untuk menekan risiko volatilitas harga, namun berbeda secara mendasar dalam struktur aset dasar dan mekanisme pembangkitan keuntungannya. Memahami perbedaan ini akan memperjelas evolusi yield-generating stablecoin.
Unitas adalah protokol stablecoin penghasil keuntungan yang dibangun di atas pool likuiditas dan strategi terstruktur. Aset utamanya, USDu dan sUSDu, menghasilkan keuntungan melalui alokasi modal dan strategi hedging.

Berbeda dengan Unitas, Ethena merupakan protokol berbasis model synthetic dollar. Aset stabilnya (seperti USDe) menggunakan gabungan aset spot dan posisi short perpetual futures untuk membentuk struktur hedge, sehingga mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan imbal hasil.
Walaupun Unitas dan Ethena memiliki tujuan yang sama, pendekatan implementasinya menunjukkan filosofi desain yang berbeda.
Meski sama-sama mengandalkan strategi Delta Neutral, Unitas dan Ethena memiliki perbedaan mendasar pada alokasi aset, sumber keuntungan, dan eksposur risiko.
| Dimensi | Unitas | Ethena |
|---|---|---|
| Struktur Aset | Pool Likuiditas + Struktur Hedging | Aset Spot + Short Perpetual Futures |
| Sumber Keuntungan | Biaya Perdagangan + Keuntungan Likuiditas | Funding Rate + Keuntungan Staking |
| Jenis Strategi | Structured Neutral Strategy | Direct Hedging Strategy |
| Sumber Risiko | Risiko Likuiditas dan Strategi | Risiko Funding Rate dan Likuidasi |
| Jalur Penggunaan | USDu → sUSDu | Hold Stable Asset to Earn Return |
Aset dasar Unitas mayoritas berasal dari pool likuiditas. Dana pengguna dikumpulkan untuk aktivitas perdagangan Market, sementara mekanisme hedging membantu meredam risiko volatilitas harga.
Ethena menerapkan struktur “spot + short”, yaitu menahan aset spot dan membuka posisi short perpetual futures yang sepadan untuk menjaga posisi netral di Market.
Perbedaan ini membuat Unitas lebih menyerupai model penyedia likuiditas, sedangkan Ethena lebih dekat ke model hedging derivatif.
Unitas memperoleh keuntungan utama dari biaya perdagangan dalam pool likuiditas serta hasil strategi yang berkaitan, yang sangat tergantung pada aktivitas perdagangan on-chain.
Keuntungan Ethena terutama berasal dari funding rate perpetual futures dan hasil dari aset dasar (seperti aset di-Stake).
Jadi, pendorong keuntungan keduanya berbeda: Unitas bergantung pada aktivitas perdagangan, Ethena bergantung pada struktur Market derivatif.
Unitas mencapai netralitas risiko dengan berpartisipasi dalam pool likuiditas dan menerapkan strategi hedging, menekankan pendekatan “structured capital management”.
Ethena secara langsung melakukan hedge pada aset spot dengan melakukan short pada perpetual futures, yang merupakan strategi trading hedge yang sederhana.
Perbedaan ini membuat kedua protokol memiliki tingkat kompleksitas operasional dan ketergantungan infrastruktur yang berbeda.
Unitas menghadapi risiko utama dari fluktuasi pool likuiditas, ketidaksempurnaan hedging, serta efisiensi eksekusi strategi. Dalam kondisi Market yang volatil, faktor-faktor ini dapat memengaruhi hasil keuntungan.
Risiko utama Ethena meliputi volatilitas funding rate, risiko counterparty, dan risiko likuidasi. Perubahan kondisi Market bisa memengaruhi efektivitas struktur hedging.
Secara keseluruhan, Unitas lebih terekspos pada risiko strategi dan likuiditas, sementara Ethena lebih rentan terhadap risiko Market derivatif.
Unitas menjaga stabilitas terutama lewat dukungan aset dan strategi terstruktur, dengan mengandalkan manajemen modal dan peningkatan hasil.
Ethena menciptakan eksposur USD yang netral dengan melakukan hedge antara posisi spot dan perpetual futures, sehingga menjaga harga tetap sesuai peg.
Kedua pendekatan ini mewakili desain stablecoin “structure-supported” dan “hedged synthetic”.
Dari sisi pengguna, Unitas menggunakan struktur dua aset: pengguna memegang USDu untuk masuk ke sistem dan dapat mengonversi ke sUSDu untuk mengikuti distribusi keuntungan.
Ethena menawarkan jalur yang lebih sederhana—pengguna cukup memegang aset stabil untuk memperoleh keuntungan, tanpa perlu konversi tambahan.
Dengan demikian, Unitas lebih cocok untuk logika manajemen aset, sedangkan Ethena lebih sesuai dengan model holding langsung.
Unitas dan Ethena sama-sama protokol stablecoin penghasil keuntungan, namun menawarkan dua pendekatan yang berbeda. Unitas membangun sistem keuntungan melalui pool likuiditas dan strategi terstruktur, sementara Ethena mengandalkan hedge spot dan derivatif untuk stabilitas dan imbal hasil.
Perbedaan ini tercermin baik dari sisi implementasi teknis, struktur risiko, maupun pengalaman penggunanya. Memahami perbedaan ini memberikan gambaran yang lebih sistematis tentang yield-generating stablecoin.
Perbedaan utama terletak pada sumber keuntungan dan struktur aset: Unitas mengandalkan strategi pool likuiditas, Ethena mengandalkan hedging spot dan perpetual futures.
Tidak. Unitas memperoleh keuntungan dari biaya perdagangan dan likuiditas, sedangkan Ethena dari funding rate dan staking.
Ethena lebih bergantung pada kondisi funding rate, sedangkan Unitas lebih bergantung pada aktivitas perdagangan.
Ya, namun keduanya merupakan yield-generating stablecoin dengan mekanisme berbeda.
Karena keduanya menggunakan strategi Delta Neutral dan bertujuan menciptakan stablecoin yang menghasilkan keuntungan.





