Berdasarkan informasi pasar terbaru, harga minyak mentah internasional mengalami kejatuhan epik, turun dari 119 dolar menjadi 81 dolar dalam satu hari, dengan penurunan sebesar 32%.
(Ringkasan sebelumnya: Binance Research: Harga minyak mencapai 110 dolar sudah mencapai puncaknya! Tiga mekanisme penyangga pasokan minyak utama belum aktif, tekanan jual di pasar kripto mungkin sudah mencapai titik terendah)
(Keterangan tambahan: WSJ: Penutupan Selat Hormuz adalah “krisis minyak terbesar dalam sejarah” dengan produksi harian menghilang 9 juta barel, kekurangan energi berdampak pada ekonomi global)
Pasar komoditas internasional mengalami hari perdagangan yang sangat mengguncang. Menurut laporan, harga minyak mentah internasional setelah mencapai puncak 119 dolar mengalami penjualan besar-besaran, jatuh tajam ke 81 dolar dalam satu hari, dengan penurunan sebesar 32%. Hingga saat berita ini ditulis, fluktuasi tajam harga minyak telah memicu kewaspadaan tinggi di kalangan investor global. Ini bukan hanya penurunan harian paling jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, tetapi juga menunjukkan ketidakpastian yang disebabkan oleh ekonomi makro dan geopolitik yang sedang mengalami perubahan drastis.
🚨CRASH:
Minyak mentah anjlok -32% dari $119 ke $81,
penurunan satu hari terbesar dalam sejarah. pic.twitter.com/7LWqmc1H9D— Ash Crypto (@AshCrypto) 9 Maret 2026
Melihat performa pasar baru-baru ini, harga minyak sebelumnya melonjak karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sangat tinggi (termasuk meningkatnya konflik antara AS dan Iran, serta risiko gangguan pengangkutan di Selat Hormuz), bahkan mendekati angka 120 dolar. Namun, suasana pasar berbalik secara drastis dalam waktu singkat, menyebabkan harga minyak turun tajam ke 81 dolar. Analisis menunjukkan bahwa penurunan harian sebesar 32% ini sangat jarang terjadi dan akan berdampak besar terhadap likuiditas dan preferensi risiko di pasar keuangan secara keseluruhan.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa fluktuasi ekstrem harga minyak akan langsung mempengaruhi ekspektasi inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed). Jika harga energi dapat stabil di level yang lebih rendah, hal ini mungkin membantu meredakan tekanan inflasi jangka panjang; namun, penurunan 32% dalam satu hari juga bisa menandakan kekhawatiran pasar terhadap resesi global yang mendalam. Untuk aset digital seperti Bitcoin (BTC), pergeseran aliran dana makro dan peningkatan sentimen safe haven akan menjadi fokus pengamatan ketat dalam beberapa hari ke depan.