Brazil Menghentikan Pembicaraan Pajak Crypto Menjelang Pemungutan Suara Oktober

  • Brasil menunda konsultasi pajak kripto hingga 2027 karena tekanan pemilu mengalihkan fokus dari reformasi yang sensitif secara politik.

  • Aturan baru meliputi pajak keuntungan kripto sebesar 17,5% dan klasifikasi stablecoin sebagai valuta asing, memperluas pengawasan regulasi.

  • Adopsi kripto tetap kuat, dengan arus masuk sebesar $318,8 miliar dan pertumbuhan pesat meskipun ketidakpastian kebijakan yang berkelanjutan.

Brasil telah menunda konsultasi pajak kripto yang direncanakan karena Menteri Keuangan Dario Durigan mengalihkan fokus ke pemilihan presiden Oktober 2026. Keputusan ini mengikuti perubahan regulasi terbaru oleh bank sentral dan muncul di tengah meningkatnya adopsi kripto. Menurut Reuters, pejabat berusaha menghindari reformasi pajak yang sensitif secara politik selama masa pemilu.

Tekanan Pemilu Menunda Jadwal Kebijakan

Durigan, yang baru saja menggantikan Fernando Haddad, memilih untuk menunda proses konsultasi. Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa langkah ini menghindari penggunaan modal politik untuk langkah pajak yang memecah belah. Awalnya, otoritas berencana meluncurkan diskusi publik akhir tahun ini.

Namun, konsultasi kini mungkin akan dipindahkan ke 2027, meskipun pejabat masih menganggapnya sebagai prioritas. Presiden Luiz Inacio Lula da Silva telah menugaskan Durigan untuk fokus pada pengembangan ekonomi dan stabilitas selama periode ini.

Sementara itu, upaya legislatif akan menargetkan bidang lain, termasuk aturan sistem keuangan dan investasi pusat data.

Aturan yang Ada Mengubah Perlakuan Kripto

Penundaan ini mengikuti pembaruan regulasi terbaru yang mempengaruhi perpajakan kripto. Pada Juni 2025, Brasil memperkenalkan pajak tetap sebesar 17,5% atas keuntungan modal kripto. Ini menggantikan pembebasan sebelumnya untuk penjualan bulanan di bawah 35.000 real Brasil.

Selain itu, Banco Central do Brasil mengklasifikasikan transaksi stablecoin sebagai operasi valuta asing pada November 2025. Aturan ini membawa penyedia layanan kripto di bawah regulasi keuangan yang ada dan memberlakukan persyaratan otorisasi.

Menurut kepala bank sentral Gabriel Galipolo, stablecoin menyumbang sekitar 90% dari aliran kripto domestik. Klasifikasi ini secara langsung mempengaruhi bagaimana transaksi dikenai pajak dan dipantau.

Adopsi Meningkat Meski Ketidakpastian Kebijakan

Brasil terus menunjukkan adopsi kripto yang kuat di segmen ritel dan institusional. Chainalysis menempatkan negara ini di peringkat kelima secara global dan pertama di Amerika Latin. Negara ini mencatat arus masuk kripto sebesar $318,8 miliar antara Juli 2024 dan Juni 2025.

Selain itu, adopsi regional meningkat sebesar 63% pada 2025, mencerminkan perluasan pasar yang lebih luas. Populasi besar dan perkotaan di Brasil juga mendukung penggunaan aset digital.

Meskipun pertumbuhan ini, penundaan konsultasi meninggalkan perlakuan pajak untuk banyak transaksi kripto belum terselesaikan hingga setelah siklus pemilu.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar