
Benjamine Roberts, kepala aset digital di BlackRock, pada hari Selasa di Konferensi Puncak Aset Digital di New York menyatakan bahwa perhatian institusi terhadap mata uang kripto sedang mengkonsolidasi dengan cepat, dan sebagian besar token yang beredar di pasar dianggap sebagai aset jangka pendek yang kurang memiliki nilai jangka panjang. Ia juga mengemukakan bahwa hubungan simbiosis alami antara kecerdasan buatan (AI) dan mata uang kripto adalah kekuatan pendorong utama dalam membentuk siklus bull pasar kripto berikutnya, yang jauh melebihi efek rotasi yang dihasilkan oleh proliferasi token tiruan (shanzhai coin).
Mitchnick menggambarkan tren konsentrasi pasar yang jelas: peringkat token teratas telah mengalami pergantian yang intens selama bertahun-tahun, hanya Bitcoin (BTC) yang menunjukkan daya tahan paling kuat secara historis, diikuti oleh Ethereum (ETH) yang juga telah membangun posisi pasar yang stabil. Namun, banyak token baru yang muncul tidak mampu mempertahankan nilai jangka panjang.
“Sebagian besar dari mereka hanyalah omong kosong,” tegasnya, merujuk pada banyak token yang beredar saat ini. Pandangan ini tercermin langsung dalam perilaku institusi: klien institusi BlackRock cenderung fokus pada sejumlah kecil aset dengan tingkat kepercayaan tinggi, bukan membangun portofolio investasi token tiruan yang luas. Bitcoin dan Ethereum telah mendominasi alokasi aset digital institusional, sementara minat pasar terhadap token lain terus menurun secara keseluruhan.
Kerangka utama Mitchnick memposisikan kembali mata uang kripto dari aset spekulatif menjadi infrastruktur ekonomi AI. Logikanya adalah: “Agen AI tidak terlalu mungkin menggunakan sistem pembayaran tradisional seperti Fedwire dan SWIFT. Mata uang kripto adalah mata uang asli komputer (Computer-native Currency), sementara AI adalah data dan kecerdasan asli komputer (Computer-native Data and Intelligence). Oleh karena itu, keduanya memiliki hubungan simbiosis alami.”
Kerangka ini sedang dibuktikan melalui tindakan nyata dari para penambang Bitcoin:
Hut 8 (HUT): Secara aktif mengubah pusat data mereka, bekerja sama dengan protokol AI dan komputasi berkinerja tinggi (HPC)
Core Scientific (CORZ): Telah menandatangani berbagai perjanjian AI dan HPC, mendorong diversifikasi bisnis
Iren (IREN): Secara bersamaan mengembangkan infrastruktur AI, menganggap pendapatan stabil dari AI sebagai buffer untuk melindungi dari fluktuasi pendapatan penambangan
Motivasi utama dari transformasi ini adalah dua: beban kerja AI menyediakan sumber pendapatan yang lebih stabil dibandingkan penambangan kripto, sekaligus memenuhi kebutuhan kapasitas komputasi yang terus meningkat.
Mitchnick lebih jauh menunjukkan bahwa Bitcoin memiliki daya tarik ganda di era AI. Di satu sisi, sebagai mata uang asli komputer, Bitcoin secara alami cocok sebagai media transaksi bagi agen AI dan sistem otomatisasi; di sisi lain, seiring revolusi teknologi mendalam yang didorong AI merombak struktur industri dan membawa ketidakpastian struktural, Bitcoin juga dapat berfungsi sebagai alat diversifikasi risiko selama masa transisi cepat.
Ia menegaskan bahwa “ada titik temu yang relevan antara mata uang kripto dan ekonomi AI,” dan dalam era baru yang didorong AI, “terdapat peluang yang jelas untuk berperan.” Argumen ini menyiratkan bahwa kekuatan naratif berikutnya dari mata uang kripto mungkin tidak lagi berasal dari rotasi token tiruan, melainkan dari integrasi mendalam antara AI dan infrastruktur blockchain.
Pendapat Mitchnick didasarkan pada data historis: peringkat token kripto teratas sering berganti secara cepat dan panjang, hanya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki posisi pasar yang tahan lama. Banyak token baru tidak mampu mempertahankan nilai jangka panjang. Akibatnya, klien institusi enggan membangun portofolio luas yang terdiri dari token tiruan, melainkan lebih memilih memusatkan kepemilikan pada sejumlah kecil aset dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Menurut teori simbiosis Mitchnick, agen AI dan sistem otomatisasi lebih cenderung menggunakan mata uang kripto—sebagai mata uang asli komputer—ketimbang bergantung pada sistem keuangan tradisional saat melakukan transaksi. Hubungan simbiosis alami ini berpotensi menjadikan mata uang kripto sebagai media transaksi dasar dalam ekonomi AI, mendorong permintaan jangka panjang.
Beban kerja AI menawarkan sumber pendapatan yang lebih stabil dan terus meningkat dibandingkan dengan penambangan kripto. Penambang terkemuka seperti Hut 8, Core Scientific, dan Iren telah mengubah pusat data mereka atau menandatangani perjanjian HPC untuk secara aktif mengembangkan bisnis AI dan HPC, mencerminkan transformasi struktural dalam model bisnis industri penambangan.