Berita Gate News, pada 1 April, pejabat eksekutif perusahaan energi terbesar di Uni Emirat Arab mengatakan bahwa tindakan Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz (salah satu jalur pengangkutan minyak paling penting di dunia), serta memutus pasokan energi Timur Tengah, merupakan “pemerasan ekonomi global”. CEO Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) Sultan Al Jaber menulis di LinkedIn bahwa penutupan nyata jalur air penting ini adalah “ancaman yang tidak dapat ditoleransi oleh dunia”. Ia mengatakan: “Dunia harus mengambil tindakan—bersama-sama—untuk memastikan aliran energi yang bebas dan menjaga stabilitas ekonomi.” Al Jaber sekaligus merupakan menteri pemerintah Uni Emirat Arab, dan selama ini menjadi salah satu pemimpin bisnis paling blak-blakan di negara itu dalam mengkritik Iran dan menyerukan agar selat tersebut dibuka kembali. Bulan lalu, ia pernah mengatakan bahwa Iran sedang “mengubah arus energi menjadi senjata”, dan menyebut tindakan tersebut sebagai “terorisme ekonomi”.