Gate News, 9 April—Galaxy Digital merilis laporan tahunan pertamanya sebagai perusahaan yang tercatat di Nasdaq. Pendiri sekaligus CEO Mike Novogratz menyatakan bahwa pencatatan ini adalah pengumuman bahwa ekonomi digital kini telah menjadi kenyataan. Perusahaan terus berkembang selama delapan tahun terakhir dalam siklus pasar kripto yang mengalami naik-turun, di tengah ketidakpastian regulasi dan krisis di industri, serta tetap yakin bahwa blockchain dan aset digital akan membentuk ulang sistem keuangan global.
Saat ini, kerangka regulasi Amerika Serikat secara bertahap menjadi lebih jelas. Bank, lembaga manajemen aset, dan pemerintah Amerika Serikat juga mempercepat langkah masuk, sehingga industri beralih dari yang digerakkan oleh narasi menuju yang digerakkan oleh infrastruktur. Fokus strategi perusahaan bergeser untuk membangun infrastruktur keuangan yang patuh, termasuk rel keuangan on-chain, solusi kustodian, serta platform tokenisasi, guna menampung penempatan dana tingkat institusional dalam skala besar agar masuk ke jaringan dalam skala masif.
Sejalan dengan itu, Galaxy meningkatkan investasi untuk tata letak infrastruktur AI. Proyek pusat data Helios yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat, telah memperoleh persetujuan pasokan listrik lebih dari 1,6 gigawatt. Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama sewa 800 megawatt dengan penyedia layanan cloud AI CoreWeave, yang setara dengan nilai investasi lebih dari 75 miliar dolar AS. Ditambah dengan pembangunan khusus tambahan sebesar 830 megawatt, perkiraan nilai investasi jangka panjang proyek Helios diperkirakan melampaui 15 miliar dolar AS. Novogratz menyebutkan, perusahaan berencana terus memperluas peta pusat data global dan infrastruktur digitalnya, dengan target membangun portofolio aset bernilai tingkat miliaran dolar AS yang mencakup banyak wilayah dan berbagai teknologi.