Ketahanan pasar tenaga kerja sedang membentuk kembali ekspektasi pasar terkait keputusan kebijakan Federal Reserve. Data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran di AS telah secara signifikan mengubah narasi tentang potensi pemotongan suku bunga pada Januari, dengan harga pasar sekarang menunjukkan hampir tidak ada kemungkinan terjadinya langkah tersebut.
Hubungan antara kekuatan pasar tenaga kerja dan kebijakan moneter sangat sederhana: tingkat pengangguran yang lebih rendah menandakan kesehatan ekonomi dan berkurangnya urgensi untuk langkah-langkah stimulus. Dinamika ini tercermin dalam derivatif suku bunga, di mana kontrak swap mematok skenario penurunan suku bunga sebagai semakin tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Federal Reserve, yang bertugas menyeimbangkan tujuan ketenagakerjaan dan inflasi, biasanya memandang pasar kerja yang menguat dengan hati-hati ketika inflasi tetap menjadi perhatian. Seiring tingkat pengangguran di AS terus menurun, pejabat mungkin merasa kurang tekanan untuk menerapkan pemotongan suku bunga yang agresif, meskipun sebelumnya pasar berspekulasi tentang tindakan pada Januari.
Perubahan ini menunjukkan betapa saling terkaitnya data pasar tenaga kerja dan ekspektasi kebijakan moneter. Pedagang dan investor kini melihat penurunan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi pada awal 2024 sebagai jauh kurang mungkin daripada sebelumnya, dan menyesuaikan posisi mereka sesuai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Data Pengangguran Lemah Menenangkan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve
Ketahanan pasar tenaga kerja sedang membentuk kembali ekspektasi pasar terkait keputusan kebijakan Federal Reserve. Data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran di AS telah secara signifikan mengubah narasi tentang potensi pemotongan suku bunga pada Januari, dengan harga pasar sekarang menunjukkan hampir tidak ada kemungkinan terjadinya langkah tersebut.
Hubungan antara kekuatan pasar tenaga kerja dan kebijakan moneter sangat sederhana: tingkat pengangguran yang lebih rendah menandakan kesehatan ekonomi dan berkurangnya urgensi untuk langkah-langkah stimulus. Dinamika ini tercermin dalam derivatif suku bunga, di mana kontrak swap mematok skenario penurunan suku bunga sebagai semakin tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Federal Reserve, yang bertugas menyeimbangkan tujuan ketenagakerjaan dan inflasi, biasanya memandang pasar kerja yang menguat dengan hati-hati ketika inflasi tetap menjadi perhatian. Seiring tingkat pengangguran di AS terus menurun, pejabat mungkin merasa kurang tekanan untuk menerapkan pemotongan suku bunga yang agresif, meskipun sebelumnya pasar berspekulasi tentang tindakan pada Januari.
Perubahan ini menunjukkan betapa saling terkaitnya data pasar tenaga kerja dan ekspektasi kebijakan moneter. Pedagang dan investor kini melihat penurunan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan akan terjadi pada awal 2024 sebagai jauh kurang mungkin daripada sebelumnya, dan menyesuaikan posisi mereka sesuai.