Amerika Serikat memasuki tahun 2026 dengan rasa déjà vu politik. Sementara asap dari salah satu penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah baru saja mereda, koridor-koridor Washington bergema dengan langkah kaki dari krisis anggaran baru. #USGovernmentShutdownRisk bukan sekadar hashtag; ini mewakili malam tanpa tidur bagi pasar global, pegawai federal, dan birokrasi Amerika. The Fuse: Acara Minneapolis dan Kebuntuan DHS Perkembangan di akhir Januari 2026 mengubah negosiasi anggaran dari debat teknis menjadi pertarungan ideologi. Peristiwa tragis di Minneapolis, yang melibatkan agen imigrasi federal dan mengakibatkan kematian dua warga sipil, mengganggu keseimbangan di Kongres. Ultimatum Demokrat: Sayap Demokrat di Senat mengumumkan mereka tidak akan menyetujui tanpa pengawasan ketat dan pembatasan terhadap operasi imigrasi di dalam anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Sikap Republik: Di pihak Dewan Perwakilan Rakyat, ada sikap tegas menentang pemotongan anggaran keamanan nasional. Apa yang Terjadi Malam 31 Januari? Saat kalender menunjukkan hari Sabtu, 31 Januari, pemerintah federal AS secara resmi memasuki penutupan parsial. Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (OMB) menginstruksikan lembaga federal untuk menerapkan "prosedur penutupan yang tertib." Situasi ini berisiko mempengaruhi 75% operasi federal di berbagai bidang, dari pertahanan hingga transportasi, kesehatan hingga pendidikan. Gema Pasar dan Pasar Prediksi Dunia ekonomi memantau kebuntuan politik ini dengan penuh perhatian. Di platform prediksi seperti Kalshi dan Polymarket, probabilitas penutupan meningkat di atas 75% dalam beberapa hari terakhir. Investor sangat waspada terhadap volatilitas, terutama di saham perusahaan industri pertahanan dan perusahaan teknologi yang berbisnis dengan pemerintah. Tanggal Penting: Senin, 2 Februari Meskipun lanskap saat ini terlihat seperti "krisis terkendali," simpul sebenarnya akan terurai saat Dewan Perwakilan Rakyat berkumpul kembali pada hari Senin. Jika paket yang disepakati oleh Senat, yang menawarkan solusi sementara dua minggu untuk DHS, disetujui oleh DPR, pemerintah akan bernapas lega. Namun, suara yang gagal bisa berarti pegawai federal tidak mendapatkan gaji dan terjadinya paralysis di sektor-sektor penting, dari lalu lintas udara hingga layanan bea cukai. Kesimpulan Politik AS sekali lagi menguji strategi "menari di tepi jurang." Proses ini, di bawah #USGovernmentShutdownRisk judul, bukan sekadar masalah anggaran; ini adalah ujian yang akan menentukan iklim politik tahun 2026 dan kapasitas manajemen krisis dari pemerintahan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#USGovernmentShutdownRisk
Amerika Serikat memasuki tahun 2026 dengan rasa déjà vu politik. Sementara asap dari salah satu penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah baru saja mereda, koridor-koridor Washington bergema dengan langkah kaki dari krisis anggaran baru. #USGovernmentShutdownRisk bukan sekadar hashtag; ini mewakili malam tanpa tidur bagi pasar global, pegawai federal, dan birokrasi Amerika.
The Fuse: Acara Minneapolis dan Kebuntuan DHS
Perkembangan di akhir Januari 2026 mengubah negosiasi anggaran dari debat teknis menjadi pertarungan ideologi. Peristiwa tragis di Minneapolis, yang melibatkan agen imigrasi federal dan mengakibatkan kematian dua warga sipil, mengganggu keseimbangan di Kongres.
Ultimatum Demokrat: Sayap Demokrat di Senat mengumumkan mereka tidak akan menyetujui tanpa pengawasan ketat dan pembatasan terhadap operasi imigrasi di dalam anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Sikap Republik: Di pihak Dewan Perwakilan Rakyat, ada sikap tegas menentang pemotongan anggaran keamanan nasional.
Apa yang Terjadi Malam 31 Januari?
Saat kalender menunjukkan hari Sabtu, 31 Januari, pemerintah federal AS secara resmi memasuki penutupan parsial. Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (OMB) menginstruksikan lembaga federal untuk menerapkan "prosedur penutupan yang tertib." Situasi ini berisiko mempengaruhi 75% operasi federal di berbagai bidang, dari pertahanan hingga transportasi, kesehatan hingga pendidikan.
Gema Pasar dan Pasar Prediksi
Dunia ekonomi memantau kebuntuan politik ini dengan penuh perhatian. Di platform prediksi seperti Kalshi dan Polymarket, probabilitas penutupan meningkat di atas 75% dalam beberapa hari terakhir. Investor sangat waspada terhadap volatilitas, terutama di saham perusahaan industri pertahanan dan perusahaan teknologi yang berbisnis dengan pemerintah.
Tanggal Penting: Senin, 2 Februari
Meskipun lanskap saat ini terlihat seperti "krisis terkendali," simpul sebenarnya akan terurai saat Dewan Perwakilan Rakyat berkumpul kembali pada hari Senin. Jika paket yang disepakati oleh Senat, yang menawarkan solusi sementara dua minggu untuk DHS, disetujui oleh DPR, pemerintah akan bernapas lega. Namun, suara yang gagal bisa berarti pegawai federal tidak mendapatkan gaji dan terjadinya paralysis di sektor-sektor penting, dari lalu lintas udara hingga layanan bea cukai.
Kesimpulan
Politik AS sekali lagi menguji strategi "menari di tepi jurang." Proses ini, di bawah #USGovernmentShutdownRisk judul, bukan sekadar masalah anggaran; ini adalah ujian yang akan menentukan iklim politik tahun 2026 dan kapasitas manajemen krisis dari pemerintahan.