Gautam Chhugani, analis dari Bernstein, dalam laporan terbarunya menunjukkan bahwa pasar Bitcoin saat ini sedang mengalami “situasi pasar bearish terlemah dalam sejarah,” dan sinergi institusional akan menjadi kekuatan kunci yang mendukung Bitcoin mencapai $150.000 pada akhir 2026.
Harga Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi signifikan, per 10 Februari 2026, harga BTC adalah $70.162,8, dengan penurunan harian sebesar 0,59% dan penurunan selama 7 hari sebesar 9,10%. Volatilitas pasar ini memicu kekhawatiran investor terhadap risiko sistemik. Namun, Bernstein dalam laporan analisis terbarunya menyajikan pandangan yang sangat berbeda.
Intisari Utama: Krisis Kepercayaan Bukan Masalah Struktural
Bernstein dalam laporan pelanggan terbarunya secara tegas menyatakan bahwa koreksi pasar Bitcoin saat ini merupakan krisis kepercayaan, bukan masalah struktural. Ini menjadi dasar mereka untuk tetap mempertahankan prediksi optimis.
Tim analis yang dipimpin oleh Gautam Chhugani menyebutkan: “Yang sedang kita alami adalah situasi pasar bearish terlemah dalam sejarah Bitcoin.” Berbeda dengan periode penurunan Bitcoin sebelumnya, koreksi kali ini tidak disertai sinyal risiko sistemik yang khas. Mereka menyebutkan beberapa perbedaan utama: tidak ada kebangkrutan besar yang terjadi, tidak ditemukan leverage tersembunyi atau keruntuhan sistemik. Ini adalah bukti nyata yang mendukung penilaian mereka bahwa ini adalah krisis kepercayaan.
Bernstein mempertahankan target harga Bitcoin sebesar $150.000 pada akhir 2026, yang berarti dari level harga saat ini, terdapat potensi kenaikan sekitar 119%.
Kondisi Pasar: Dukungan Harga dari Data
Performa pasar Bitcoin saat ini menghadirkan tantangan sekaligus potensi. Data dari Gate menunjukkan bahwa, per 10 Februari 2026, harga Bitcoin adalah $70.162,8 dengan volume perdagangan 9,0614 miliar dolar AS dalam 24 jam.
Dari analisis teknikal, Bitcoin saat ini sedang menguji level support penting di $73.375. Jika support ini pecah, support berikutnya yang signifikan berada di kisaran $62.000 hingga $65.000.
Berdasarkan data historis, harga rata-rata Bitcoin pada 2026 diperkirakan sebesar $70.791,3, dengan rentang volatilitas harga antara $57.340,95 dan $91.320,77.
Ikhtisar Data Kunci Bitcoin
Kategori Indikator
Nilai Spesifik
Posisi Pasar
Harga Saat Ini
$70.162,8
Penurunan 0,59% dalam 24 jam
Volume Perdagangan 24 Jam
$906,14 juta
-
Kapitalisasi Pasar
$1,41 triliun
Pangsa pasar 56,14%
Pasokan Beredar
19,98 juta BTC
Pasokan maksimal 21 juta BTC
Harga Tertinggi Sejarah
$126.080
Harga terendah sejarah $67,81
Perlu dicatat, meskipun harga baru-baru ini melemah, fundamental jaringan Bitcoin tetap stabil. Bernstein berpendapat bahwa koreksi ini tidak didukung oleh katalisator umum yang biasanya muncul dalam pasar bearish, seperti keruntuhan leverage atau kebangkrutan bursa.
Sinergi Institusional: Ciri Baru Siklus Saat Ini
Berbeda dengan siklus pasar sebelumnya, pasar Bitcoin saat ini menunjukkan sinergi institusional yang kuat, yang menjadi dasar utama Bernstein untuk tetap optimis. Sinergi ini secara konkret terlihat dari beberapa aspek:
Kebijakan yang mendukung Bitcoin, termasuk dukungan dari Presiden AS yang mendukung kripto;
Adopsi ETF Bitcoin spot secara luas;
Tren alokasi dana perusahaan ke Bitcoin yang semakin meningkat;
Partisipasi berkelanjutan dari lembaga pengelola aset besar.
Menurut statistik, ETF Bitcoin spot telah menarik lebih dari $21 miliar dana masuk, dan total Bitcoin yang dimiliki perusahaan telah melebihi 1,1 juta BTC. Angka-angka ini mencerminkan peningkatan pengakuan institusional terhadap Bitcoin sebagai aset makroekonomi. Bernstein menekankan bahwa skala dan cakupan dukungan institusional ini belum pernah terjadi dalam siklus pasar sebelumnya.
Menanggapi Kekhawatiran Pasar: Analisis dan Bantahan
Kekhawatiran pasar terhadap Bitcoin terutama berfokus pada beberapa aspek, dan Bernstein melakukan analisis serta bantahan satu per satu, menawarkan perspektif baru.
Perbandingan dengan performa emas: Analis mengakui bahwa Bitcoin dalam volatilitas makro terbaru tidak sebaik emas, tetapi mereka berpendapat bahwa saat ini Bitcoin masih lebih banyak diperdagangkan sebagai aset risiko yang sensitif terhadap likuiditas, bukan sebagai aset lindung nilai yang matang.
Tantangan AI: Menanggapi kekhawatiran bahwa Bitcoin mungkin kehilangan relevansi dalam ekonomi yang didorong AI, Bernstein berpendapat bahwa blockchain dan dompet yang dapat diprogram sangat cocok untuk lingkungan digital “perwakilan” yang baru muncul. Agen perangkat lunak otonom membutuhkan jalur keuangan yang terglobalisasi dan dapat dibaca mesin, dan sistem blockchain memiliki keunggulan dibandingkan bank tradisional yang terbatas pada API tertutup.
Ancaman komputasi kuantum: Bernstein mengakui bahwa komputasi kuantum adalah faktor jangka panjang, tetapi mereka juga menunjukkan bahwa semua infrastruktur digital utama menghadapi tantangan kriptografi yang sama. Transisi ke standar anti-kuantum akan dilakukan secara bersamaan di seluruh sistem keuangan dan jaringan pemerintah, dan Bitcoin akan beradaptasi bersama platform penting lainnya.
Leverage perusahaan dan dilema miner: Analis meninjau leverage perusahaan dan potensi surrender dari miner, dan berpendapat bahwa perusahaan terkemuka telah membangun struktur utang yang mampu menahan penurunan jangka panjang. Perusahaan pertambangan juga mengalihkan kapasitas listrik mereka ke pusat data AI untuk diversifikasi operasi, mengurangi ketergantungan pada produksi Bitcoin, dan meminimalkan tekanan penjualan paksa.
Risiko Sistemik: Ancaman Nyata atau Kekhawatiran Berlebihan?
Meskipun Bernstein optimis terhadap pasar saat ini, risiko sistemik tetap menjadi perhatian utama investor Bitcoin.
Kejatuhan pasar kripto Oktober 2025 mengungkapkan kerentanan sistem keuangan digital, ketika kapitalisasi pasar hilang lebih dari $150 miliar dalam beberapa hari. Kejatuhan ini bukan sekadar fluktuasi aset spekulatif biasa, melainkan pengujian mendalam terhadap masalah mekanisme pasar, kerangka regulasi, dan transmisi risiko di bidang kripto.
Berbeda dengan pasar keuangan tradisional, perdagangan kripto kekurangan infrastruktur stabilisasi yang diperlukan, dan proses penemuan harga sering kali terjebak dalam “penurunan kejar-kejaran.” Desain pasar yang tanpa buffer ini secara signifikan memperbesar perilaku siklik, mempercepat penyebaran krisis dan dampaknya. Laporan dari Bank for International Settlements (BIS) menyoroti bahwa ketergantungan pasar kripto terhadap leverage perpetual futures dan derivatif sintetis menciptakan dinamika siklik yang kuat: penurunan harga memicu likuidasi paksa, yang kemudian mempercepat penurunan harga lebih jauh.
Namun, penilaian Bernstein menegaskan bahwa gelombang penurunan ini “belum menunjukkan risiko sistemik atau keruntuhan besar yang biasa terjadi dalam pasar bearish.” Ini menjadi salah satu dasar utama mereka dalam membedakan koreksi saat ini dari yang sebelumnya.
Jalur Masa Depan: Prediksi Harga Bitcoin dan Evolusi Pasar
Berdasarkan analisis kondisi pasar saat ini dan penilaian terhadap sinergi institusional, Bernstein memberikan pandangan yang jelas tentang jalur perkembangan Bitcoin ke depan.
Data dari Gate menunjukkan bahwa, pada 2026, harga rata-rata Bitcoin diperkirakan mencapai $70.791,3, dengan rentang volatilitas antara $57.340,95 dan $91.320,77. Ini memberikan kerangka acuan bagi investor terkait tren harga jangka pendek.
Dalam jangka waktu lebih panjang, hingga 2031, harga Bitcoin diperkirakan mencapai $149.511,29, dengan potensi pengembalian sebesar +92,00% dibandingkan harga saat ini.
Perlu dicatat bahwa laporan Bernstein juga menyatakan bahwa Bitcoin sedang bertransformasi dari sekadar mata uang kripto menjadi “aset makroekonomi.” Harga Bitcoin semakin mengikuti siklus ekonomi makro tradisional, bukan lagi semata-mata adopsi asli kripto. Perubahan ini berarti Bitcoin akan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi likuiditas global, kebijakan moneter, dan indikator ekonomi makro. Ke depan, pasar Bitcoin akan semakin bergantung pada partisipasi institusional, termasuk ETF spot, pinjaman berbasis kripto, dana pasar uang tokenisasi, dan cadangan perusahaan. Meskipun peningkatan partisipasi institusional meningkatkan kedewasaan pasar, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan strategi leverage dan cadangan nasional.
Jaringan Bitcoin tetap mempertahankan kapitalisasi pasar lebih dari $1,4 triliun, dan harga tertinggi dalam sejarah pernah mencapai $126.080. Harga saat ini masih jauh dari puncak tersebut. Dengan munculnya tantangan jangka panjang seperti komputasi kuantum dan transisi dari model keamanan berbasis blok reward ke model berbasis biaya transaksi, ekosistem Bitcoin menghadapi tekanan evolusi yang mendalam. Lembaga keuangan dan regulator sedang berupaya membangun kerangka global untuk aset yang berkembang pesat ini. Indikator sentimen pasar yang halus mencerminkan semakin dalamnya integrasi antara sistem keuangan tradisional dan dunia aset digital.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Bernstein bullish terhadap Bitcoin hingga $150.000? Analisis menyeluruh tentang krisis kepercayaan dan risiko struktural
Gautam Chhugani, analis dari Bernstein, dalam laporan terbarunya menunjukkan bahwa pasar Bitcoin saat ini sedang mengalami “situasi pasar bearish terlemah dalam sejarah,” dan sinergi institusional akan menjadi kekuatan kunci yang mendukung Bitcoin mencapai $150.000 pada akhir 2026.
Harga Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi signifikan, per 10 Februari 2026, harga BTC adalah $70.162,8, dengan penurunan harian sebesar 0,59% dan penurunan selama 7 hari sebesar 9,10%. Volatilitas pasar ini memicu kekhawatiran investor terhadap risiko sistemik. Namun, Bernstein dalam laporan analisis terbarunya menyajikan pandangan yang sangat berbeda.
Intisari Utama: Krisis Kepercayaan Bukan Masalah Struktural
Bernstein dalam laporan pelanggan terbarunya secara tegas menyatakan bahwa koreksi pasar Bitcoin saat ini merupakan krisis kepercayaan, bukan masalah struktural. Ini menjadi dasar mereka untuk tetap mempertahankan prediksi optimis.
Tim analis yang dipimpin oleh Gautam Chhugani menyebutkan: “Yang sedang kita alami adalah situasi pasar bearish terlemah dalam sejarah Bitcoin.” Berbeda dengan periode penurunan Bitcoin sebelumnya, koreksi kali ini tidak disertai sinyal risiko sistemik yang khas. Mereka menyebutkan beberapa perbedaan utama: tidak ada kebangkrutan besar yang terjadi, tidak ditemukan leverage tersembunyi atau keruntuhan sistemik. Ini adalah bukti nyata yang mendukung penilaian mereka bahwa ini adalah krisis kepercayaan.
Bernstein mempertahankan target harga Bitcoin sebesar $150.000 pada akhir 2026, yang berarti dari level harga saat ini, terdapat potensi kenaikan sekitar 119%.
Kondisi Pasar: Dukungan Harga dari Data
Performa pasar Bitcoin saat ini menghadirkan tantangan sekaligus potensi. Data dari Gate menunjukkan bahwa, per 10 Februari 2026, harga Bitcoin adalah $70.162,8 dengan volume perdagangan 9,0614 miliar dolar AS dalam 24 jam.
Dari analisis teknikal, Bitcoin saat ini sedang menguji level support penting di $73.375. Jika support ini pecah, support berikutnya yang signifikan berada di kisaran $62.000 hingga $65.000.
Berdasarkan data historis, harga rata-rata Bitcoin pada 2026 diperkirakan sebesar $70.791,3, dengan rentang volatilitas harga antara $57.340,95 dan $91.320,77.
Ikhtisar Data Kunci Bitcoin
Perlu dicatat, meskipun harga baru-baru ini melemah, fundamental jaringan Bitcoin tetap stabil. Bernstein berpendapat bahwa koreksi ini tidak didukung oleh katalisator umum yang biasanya muncul dalam pasar bearish, seperti keruntuhan leverage atau kebangkrutan bursa.
Sinergi Institusional: Ciri Baru Siklus Saat Ini
Berbeda dengan siklus pasar sebelumnya, pasar Bitcoin saat ini menunjukkan sinergi institusional yang kuat, yang menjadi dasar utama Bernstein untuk tetap optimis. Sinergi ini secara konkret terlihat dari beberapa aspek:
Menurut statistik, ETF Bitcoin spot telah menarik lebih dari $21 miliar dana masuk, dan total Bitcoin yang dimiliki perusahaan telah melebihi 1,1 juta BTC. Angka-angka ini mencerminkan peningkatan pengakuan institusional terhadap Bitcoin sebagai aset makroekonomi. Bernstein menekankan bahwa skala dan cakupan dukungan institusional ini belum pernah terjadi dalam siklus pasar sebelumnya.
Menanggapi Kekhawatiran Pasar: Analisis dan Bantahan
Kekhawatiran pasar terhadap Bitcoin terutama berfokus pada beberapa aspek, dan Bernstein melakukan analisis serta bantahan satu per satu, menawarkan perspektif baru.
Risiko Sistemik: Ancaman Nyata atau Kekhawatiran Berlebihan?
Meskipun Bernstein optimis terhadap pasar saat ini, risiko sistemik tetap menjadi perhatian utama investor Bitcoin.
Kejatuhan pasar kripto Oktober 2025 mengungkapkan kerentanan sistem keuangan digital, ketika kapitalisasi pasar hilang lebih dari $150 miliar dalam beberapa hari. Kejatuhan ini bukan sekadar fluktuasi aset spekulatif biasa, melainkan pengujian mendalam terhadap masalah mekanisme pasar, kerangka regulasi, dan transmisi risiko di bidang kripto.
Berbeda dengan pasar keuangan tradisional, perdagangan kripto kekurangan infrastruktur stabilisasi yang diperlukan, dan proses penemuan harga sering kali terjebak dalam “penurunan kejar-kejaran.” Desain pasar yang tanpa buffer ini secara signifikan memperbesar perilaku siklik, mempercepat penyebaran krisis dan dampaknya. Laporan dari Bank for International Settlements (BIS) menyoroti bahwa ketergantungan pasar kripto terhadap leverage perpetual futures dan derivatif sintetis menciptakan dinamika siklik yang kuat: penurunan harga memicu likuidasi paksa, yang kemudian mempercepat penurunan harga lebih jauh.
Namun, penilaian Bernstein menegaskan bahwa gelombang penurunan ini “belum menunjukkan risiko sistemik atau keruntuhan besar yang biasa terjadi dalam pasar bearish.” Ini menjadi salah satu dasar utama mereka dalam membedakan koreksi saat ini dari yang sebelumnya.
Jalur Masa Depan: Prediksi Harga Bitcoin dan Evolusi Pasar
Berdasarkan analisis kondisi pasar saat ini dan penilaian terhadap sinergi institusional, Bernstein memberikan pandangan yang jelas tentang jalur perkembangan Bitcoin ke depan.
Data dari Gate menunjukkan bahwa, pada 2026, harga rata-rata Bitcoin diperkirakan mencapai $70.791,3, dengan rentang volatilitas antara $57.340,95 dan $91.320,77. Ini memberikan kerangka acuan bagi investor terkait tren harga jangka pendek.
Dalam jangka waktu lebih panjang, hingga 2031, harga Bitcoin diperkirakan mencapai $149.511,29, dengan potensi pengembalian sebesar +92,00% dibandingkan harga saat ini.
Perlu dicatat bahwa laporan Bernstein juga menyatakan bahwa Bitcoin sedang bertransformasi dari sekadar mata uang kripto menjadi “aset makroekonomi.” Harga Bitcoin semakin mengikuti siklus ekonomi makro tradisional, bukan lagi semata-mata adopsi asli kripto. Perubahan ini berarti Bitcoin akan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi likuiditas global, kebijakan moneter, dan indikator ekonomi makro. Ke depan, pasar Bitcoin akan semakin bergantung pada partisipasi institusional, termasuk ETF spot, pinjaman berbasis kripto, dana pasar uang tokenisasi, dan cadangan perusahaan. Meskipun peningkatan partisipasi institusional meningkatkan kedewasaan pasar, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan strategi leverage dan cadangan nasional.
Jaringan Bitcoin tetap mempertahankan kapitalisasi pasar lebih dari $1,4 triliun, dan harga tertinggi dalam sejarah pernah mencapai $126.080. Harga saat ini masih jauh dari puncak tersebut. Dengan munculnya tantangan jangka panjang seperti komputasi kuantum dan transisi dari model keamanan berbasis blok reward ke model berbasis biaya transaksi, ekosistem Bitcoin menghadapi tekanan evolusi yang mendalam. Lembaga keuangan dan regulator sedang berupaya membangun kerangka global untuk aset yang berkembang pesat ini. Indikator sentimen pasar yang halus mencerminkan semakin dalamnya integrasi antara sistem keuangan tradisional dan dunia aset digital.