14 Februari, berita menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengalami sebagian penghentian sementara operasional Departemen Keamanan Dalam Negeri akibat gagal menyetujui anggaran tepat waktu. Namun di tengah ketidakpastian politik yang meningkat, pasar cryptocurrency justru menunjukkan kenaikan melawan tren, dengan aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana mengalami rebound yang signifikan, mendorong pemulihan kapitalisasi pasar secara keseluruhan.
Data pasar menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar cryptocurrency meningkat hampir 5%, mencapai sekitar 2,38 triliun dolar AS. Sebelumnya, selama beberapa minggu terakhir, pasar mengalami volatilitas dan penurunan yang membuat banyak investor bersikap menunggu dan melihat, namun rebound kali ini memberikan energi baru bagi pasar. Meski beberapa analisis memperkirakan penghentian sementara akan meningkatkan tekanan jual, kenyataannya pergerakan pasar justru berbalik dari prediksi tersebut.
Harga Bitcoin saat ini sekitar 69.765 dolar AS, naik sekitar 4,8% dalam hari ini. Meskipun dalam sebulan terakhir masih turun sekitar 27%, tanda-tanda stabilisasi jangka pendek sudah terlihat. Ethereum bertahan di level 2.000 dolar AS, saat ini diperdagangkan di 2.085 dolar AS, naik 3,07%, menunjukkan sifat defensif tertentu. XRP menunjukkan performa yang lebih menonjol, diperdagangkan di 1,44 dolar AS, dengan kenaikan harian lebih dari 6%, meskipun penurunan bulanan masih mendekati 31%. Solana juga menguat, saat ini diperdagangkan di 86,25 dolar AS, naik sekitar 8% dalam hari ini, meskipun dalam sebulan terakhir masih turun sekitar 40%.
Perlu dicatat bahwa kenaikan harga ini tidak disertai peningkatan volume perdagangan secara bersamaan. Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir menurun sekitar 17%, Ethereum juga mengalami penurunan kecil, menunjukkan bahwa dana masih tetap berhati-hati. Para analis pasar berpendapat bahwa kenaikan kali ini lebih mencerminkan pemulihan sentimen dan pengisian kembali posisi jangka pendek, bukan perubahan tren secara menyeluruh.
Secara makro, penghentian sementara pemerintah AS memperburuk ketidakpastian terhadap prospek ekonomi. Beberapa investor menganggap aset kripto sebagai alat lindung nilai, sehingga mendorong pembelian jangka pendek. Ke depan, inflasi, suku bunga, dan perkembangan negosiasi fiskal akan tetap menjadi faktor kunci yang mempengaruhi arah pasar crypto.
Artikel Terkait