Pemilik cryptocurrency mengalami perampokan kekerasan senilai 24 juta dolar AS, menawarkan hadiah 10% untuk mendapatkan kembali dana yang dicuri

ETH-4,49%

Pada tanggal 5 Maret, seorang pemilik mata uang kripto mengklaim di media sosial bahwa ia mengalami serangan kekerasan, di mana pelaku merampas sekitar 24 juta dolar AS dalam bentuk mata uang kripto. Korban menyatakan bahwa pelaku mengancam akan melakukan penculikan dan memaksa korban untuk mentransfer dana dengan menggunakan kapak. Peristiwa ini menarik perhatian luas, dan perusahaan keamanan blockchain PeckShield juga mulai melacak aliran dana yang dicuri tersebut.

Berdasarkan deskripsi korban di forum X, saat serangan terjadi, tersangka mengancam secara kekerasan agar korban memindahkan aset kripto mereka, dan mengancam akan melakukan kekerasan seksual. Korban mengatakan bahwa dirinya ditekan selama proses tersebut, beruntung tidak mengalami luka serius, tetapi aset mata uang kripto mereka telah dirampas. Aset yang dicuri dipindahkan ke sebuah dompet Ethereum yang diawali dengan 0x6fe0…0322.

Saat ini, korban menawarkan bounty sebesar 10% untuk membantu melacak aliran dana yang dicuri dan mengajak para penyelidik blockchain untuk membantu. PeckShield kemudian menyatakan bahwa salah satu alamat Ethereum terkait kasus ini telah kehilangan sekitar 24 juta dolar AS dalam bentuk aEthUSDC. Analisis menunjukkan bahwa dana tersebut saat ini disimpan di dua dompet yang dikendalikan oleh pelaku, masing-masing memegang sekitar 10 juta dolar AS.

Lebih rumit lagi, pelaku telah memindahkan sebagian dana yang dicuri ke jaringan lapis kedua, Arbitrum, yang merupakan tindakan umum untuk mengaburkan asal-usul dana dan menyembunyikan jejak transaksi. Tim analisis PeckShield menyatakan bahwa saat ini dana tersebut belum digabungkan, sehingga masih memungkinkan untuk melacak aliran dana lebih jauh.

Peristiwa ini mengungkapkan meningkatnya risiko serangan fisik terhadap dunia mata uang kripto, yang sering disebut sebagai “serangan obeng”, di mana pelaku kejahatan menggunakan kekerasan untuk memaksa pemilik kripto menyerahkan kunci pribadi atau melakukan transfer. Seiring berkembangnya industri kripto, kasus kejahatan kekerasan yang menargetkan aset pribadi ini juga semakin meningkat.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah dana yang dicuri telah berhasil dipulihkan, tetapi peristiwa ini tentu kembali mengingatkan pemilik mata uang kripto untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan dan menghindari menjadi target kejahatan semacam ini.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar