Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya melihat kontras menarik dalam berita. Sementara semua orang bersiap menyambut perayaan, salah satu orang terkaya di planet ini justru menjadi pusat skandal terkait kegiatan amalnya. Ini berkaitan dengan Elon Musk dan yayasannya, yang tampaknya bekerja sama sekali tidak seperti yang diharapkan oleh masyarakat dan Налоговые органы США.
Menurut laporan hasil investigasi New York Times, yayasan amal milik Musk tidak memenuhi persyaratan minimum terkait penyaluran dana. Tahun lalu, selisihnya mencapai 421 juta dolar, yang tidak disumbangkan sama sekali. Jika hal itu tidak dilakukan sebelum akhir 2024, ia terancam denda serius dari Internal Revenue Service. Kedengarannya besar, tetapi itu baru puncak gunung es.
Masalahnya, kekurangan tersebut terus bertambah dengan kecepatan yang mencengangkan. Pada 2021, angkanya 41 juta, pada 2022 sudah 234 juta, dan pada 2024 mendekati 500 juta. Padahal yayasan itu sendiri memiliki aset sekitar 9 miliar dolar. Musk menutupi celah-celah itu dengan penundaan pembayaran, tetapi bahkan hal itu pun menjadi semakin sulit.
Profesor akuntansi Bryan Mittendorf dari universitas negara bagian Ohio menyebut fenomena ini sebagai indikatif: yayasan tersebut menyalurkan dana persis sebanyak yang diperlukan untuk menghindari hukuman, dan tidak lebih dari itu. Organisasi itu jelas tidak terburu-buru untuk melepaskan uang.
Yang lebih menarik lagi, yayasan ini tidak pernah mempekerjakan karyawan. Dalam tiga tahun, para direktur, termasuk Musk sendiri, hanya menghabiskan dua jam per minggu di sana. Dan sumbangan biasanya diberikan kepada organisasi yang sangat terkait dengan bisnisnya. Pada 2023, ia mengalokasikan 137 juta dolar kepada organisasi nirlaba yang mengelola sekolah swasta di Texas dekat perusahaan-perusahaannya.
Di sinilah muncul kemunafikan paling utama. Musk terus-menerus mengkritik pengeluaran pemerintah, menuntut pengurangan pengeluaran federal, serta mengusulkan pembentukan departemen efisiensi pemerintah yang akan menginspeksi setiap dolar. Ia mengeluh secara terbuka tentang kantor pajak, menyebarkan disinformasi mengenai pekerjaannya, dan menuntut penghapusan seluruh lembaga federal.
Namun, ketika menyangkut kegiatan amalnya sendiri, tiba-tiba muncul penundaan, penyaluran minimal, dan sumbangan kepada struktur miliknya sendiri. Ini adalah contoh klasik bagaimana orang-orang superkaya menggunakan insentif pajak sebagai tempat berlindung. Tetapi dalam kasus Musk, ini merupakan pertentangan yang sangat mencolok antara kata-kata dan perbuatan. Bagi seseorang yang begitu mengkhawatirkan efisiensi pengeluaran pemerintah, pengelolaan kegiatan amalnya sendiri justru tampak sangat fleksibel dan nyaman.