Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Miner Bitcoin, Saingi Kazakhstan dan Ethiopia
Laporan terbaru Global Hashrate Heatmap kuartal kedua (Q2) 2026 menunjukkan fenomena unik di industri mining Bitcoin. Secara global, total daya komputasi atau hashrate menurun 5,8% menjadi 1.004 EH/s dibandingkan awal tahun. Penurunan ini terjadi karena banyak miner terpaksa mematikan mesin-mesin model lama yang boros listrik lantaran harga Bitcoin yang sempat anjlok hingga 50% dari titik puncaknya, sehingga biaya operasional tidak lagi sebanding dengan hasil yang didapat.
Di tengah kondisi market yang menantang tersebut, Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan menembus posisi 10 besar negara miner Bitcoin terbesar di dunia. Dengan pangsa pasar sebesar 1,8% atau setara 18 EH/s, Indonesia kini bersaing ketat dengan Kazakhstan dan Ethiopia. Masuknya Indonesia dalam daftar ini menunjukkan bahwa infrastruktur mining bitcoin domestik mulai beralih menggunakan perangkat keras yang lebih modern dan efisien, sehingga tetap mampu bertahan saat banyak miner di wilayah lain berguguran.
Berdasarkan data Hashrate Index, Amerika Serikat masih memimpin dominasi global, namun negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah mulai menunjukkan taringnya. Berikut adalah daftar 10 besar negara miner Bitcoin berdasarkan pangsa pasar global pada Q2 2026:
Amerika Serikat: 37,4%
Rusia: 16,9%
China: 12,0%
Paraguay: 4,3%
Uni Emirat Arab: 3,0%
Oman: 3,0%
Kanada: 2,6%
Ethiopia: 2,5%
Kazakhstan: 1,8%
Indonesia: 1,8%
#news