Harga Emas Turun 8% Sebulan, Peluang Cuan Masih Terbuka?



Harga emas tengah mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.

Melansir Trading Economics pukul 15.20 WIB, harga emas turun 0,27% ke US$ 4.750,15 per troy ons. Dalam sebulan terakhir, harga emas juga sudah turun 8,25%.

Meskipun begitu, harga emas masih mampu menguat 10,01% sejak awal tahun alias year to date (YTD).

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, melihat, di situasi pasar yang berkembang hingga hari ini, emas memang tengah berada dalam fase konsolidasi setelah mencetak rekor tertingginya di awal tahun.

“Ketidakpastian mengenai keberlangsungan gencatan senjata di Timur Tengah dan antisipasi terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS) menciptakan narasi yang kompleks bagi logam mulia,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).

Di tengah kondisi saat ini, investor pun bisa memasang strategi cicil beli atau dollar cost averaging (DCA) dalam investasi emas.

Harga yang telah terkoreksi dari puncak tertinggi sekitar US$ 5.500 per troy ons menuju area US$ 4.700 per troy ons juga memberikan ruang aman bagi investor untuk membangun posisi kembali.

“Penurunan ini bukanlah tanda berakhirnya tren naik, melainkan sebuah normalisasi sehat di tengah meredanya premi risiko minyak bumi,” katanya.

Daya tarik emas pun saat ini dan ke depan tetap kuat karena dua pilar utama. Pertama, pelemahan indeks dolar AS ke level 99 memberikan dukungan fundamental bagi harga emas dunia.

Kedua, meskipun gencatan senjata sementara meredakan tensi, pasar tetap menilai kesepakatan tersebut sangat rapuh.

“Selama isu strategis seperti pembukaan Selat Hormuz belum tuntas dan operasi militer di Lebanon masih berlanjut, permintaan terhadap aset aman (safe haven) akan tetap terjaga di setiap terjadi penurunan harga,” ungkapnya.

Sutopo memproyeksikan emas akan ada di level US$ 4.800 - US$ 5.000 per troy ons hingga akhir semester I 2026.

Emas juga akan menguji kembali level psikologis US$ 5.000 per troy ons seiring dengan kepastian arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Jika inflasi Maret menunjukkan tanda-tanda pendinginan, emas memiliki potensi besar untuk menembus batas atas konsolidasi saat ini sebelum memasuki bulan Juli,” tuturnya.

Untuk akhir tahun 2026, harga emas diperkirakan ada di rentang US$ 5.150 - US$ 5.500 per troy ons.

“Skenario bullish ada di angka US$ 6.000 per troy ons jika terjadi eskalasi baru atau jika bank sentral dunia kembali meningkatkan cadangan emas mereka secara masif,” paparnya.

#OilEdgesHigher
#GateSquareAprilPostingChallenge
#GateSquareAprilPostingChallenge
#MetaReleasesMuseSpark
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan