Kuburan Sunyi yang Kita Sebut “Cinta” 💕



Di ladang hati yang tenang, beberapa menabur benih dengan lembut di siang hari, namun mengasah bilah tersembunyi di malam hari, tersenyum saat menyebutnya “cinta,” sementara setiap luka berbisik, “Biarkan roh ini perlahan mati.” Mereka bertarung dalam gelap, membawa badai yang berpakaian seperti hujan, dan menyebut luka-luka itu “perhatian.” Tapi cinta tidak membangun makam secara diam-diam dan tetap mengklaim sebagai matahari.

Kepada mereka yang berjalan sendiri, dada membusung, menyatakan, “Aku tidak butuh tangan dari siapa pun, jadi aku tidak menawarkan satu pun,” roda waktu berputar dengan sabar. Suatu hari jalan akan menyempit, malam akan menjadi lebih dalam, dan suara yang pernah berkata “Aku cukup” akan bergema kembali tanpa jawaban. Realitas menyimpan bukti.

Dan kepada mereka yang bergegas ke sisiku dengan kekhawatiran di bibir mereka, namun tersenyum lebih lebar saat aku tersandung dan diam-diam menambahkan batu ke beban di dadaku, waktu tidak buta. Ia mengingat setiap air mata palsu, setiap perayaan diam-diam atas rasa sakitku. Cermin yang dipegangnya tidak memandang bulu.

Jadi dengarkan ini, lembut tapi jelas:
Jangan pura-pura mencintaiku sementara secara pribadi membunuhku secara emosional.
Hati menyimpan buku besar sendiri.
Dan alam semesta… selalu menyeimbangkan buku pada waktunya. 💔

EfeBliss π 💜
$PI
PI-1,09%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan