Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Platform 'Vantage' Baru Google Menggunakan Avatar AI Untuk Menguji Berpikir Kritis, Kolaborasi, Dan Keterampilan Dunia Nyata
Secara Singkat
Google memperkenalkan sistem AI Vantage untuk mengembangkan dan menilai keterampilan manusia di masa depan termasuk berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, penyelesaian konflik, dan manajemen proyek seiring kemajuan AI.
Dikenalkan sebagai “Vantage,” sebuah sistem eksperimen berbasis AI yang dirancang untuk mendukung pengembangan dan penilaian kompetensi ini melalui lingkungan interaksi simulasi, inisiatif ini dikembangkan bekerja sama dengan pakar pedagogi dan peneliti, termasuk kontributor dari New York University. Sistem ini dimaksudkan berfungsi sebagai sandbox terstruktur bagi siswa untuk berlatih dan dievaluasi pada keterampilan yang siap digunakan di masa depan menggunakan metodologi yang serupa dengan yang diterapkan dalam mata pelajaran inti seperti matematika atau sains. Sistem ini saat ini tersedia dalam bahasa Inggris melalui Google Labs.
Prosesnya bekerja dengan menempatkan pengguna dalam lingkungan multi-agen simulasi di mana mereka berinteraksi dengan avatar yang dihasilkan AI dalam skenario terbuka seperti debat, tugas pemecahan masalah kolaboratif, atau latihan perencanaan proyek. Dalam pengaturan ini, “Executive LLM” yang mengoordinasikan menggunakan kerangka penilaian yang telah ditentukan untuk membimbing interaksi dan menyesuaikan kondisi percakapan secara dinamis. Ini termasuk memperkenalkan ketidaksepakatan, menantang asumsi, atau mengarahkan arah dialog guna menghasilkan bukti perilaku yang dapat diamati terkait keterampilan yang ditargetkan.
Kerangka AI Berbasis Simulasi Untuk Menilai Keterampilan Siap Masa Depan
Sementara itu, model evaluasi AI terpisah menganalisis seluruh interaksi setelah tugas selesai. Menggunakan rubrik terstruktur yang sama, model ini menilai transkrip percakapan dan menghasilkan profil kinerja terperinci yang memetakan perilaku yang diamati ke kategori keterampilan tertentu. Outputnya mencakup skor kuantitatif dan umpan balik kualitatif, menerjemahkan interaksi interpersonal yang kompleks menjadi indikator keterampilan yang terstruktur dan dapat diukur.
Untuk memastikan keandalan metodologis, sistem ini telah diuji bekerja sama dengan New York University melalui studi terkendali yang melibatkan 188 peserta berusia 18 hingga 25 tahun. Evaluasi ini fokus pada kompetensi terkait kolaborasi seperti penyelesaian konflik dan koordinasi proyek. Hasilnya menunjukkan bahwa pengarahan percakapan berbasis AI yang adaptif menghasilkan lebih banyak bukti keterampilan yang dapat dinilai dibandingkan model interaksi yang tidak diarahkan, sambil menjaga alur dialog yang koheren dan alami di berbagai tugas.
Validasi tambahan dengan mitra eksternal, termasuk OpenMic, memperluas pengujian ke tugas kreatif dan berbasis bahasa yang melibatkan multimedia dan latihan berbasis sastra. Dalam kasus ini, evaluasi yang dihasilkan AI menunjukkan korelasi yang kuat dengan penilaian manusia ahli, memperkuat potensi penerapan sistem ini di luar skenario kerja sama tim yang terstruktur ke domain kreatif yang lebih terbuka.
Sistem berbasis simulasi semacam ini dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan pendidikan sebagai lapisan evaluasi tambahan bersama metode penilaian tradisional dalam waktu dekat. Ini akan memungkinkan siswa dievaluasi tidak hanya berdasarkan pengetahuan subjek tetapi juga berdasarkan keterampilan interpersonal dan kognitif yang diterapkan dalam pengaturan simulasi yang terkendali. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membuat kompetensi siap masa depan lebih terukur secara skala besar dan menyelaraskan evaluasi pendidikan lebih dekat dengan tuntutan tenaga kerja yang terus berkembang.