Belakangan ini saya terus mengikuti perkembangan Berachain, setelah mainnet diluncurkan ada beberapa hal menarik yang layak dibahas.



Sejujurnya, mekanisme Proof of Liquidity Berachain benar-benar memecahkan kebuntuan PoS tradisional. Biasanya dalam sistem PoS, pengguna harus bingung memilih antara mengunci token untuk menjaga keamanan jaringan atau menginvestasikan di protokol DeFi untuk mendapatkan keuntungan. Berachain berbeda, ia membiarkan modal penyedia likuiditas sekaligus melayani keamanan jaringan dan keuntungan ekosistem, manfaat dari desain ini sangat jelas.

Saya melihat struktur tiga token Berachain, yaitu BERA sebagai token gas, BGT sebagai token tata kelola (tidak bisa dipindahkan, hanya diperoleh melalui penyediaan likuiditas), dan HONEY sebagai stablecoin. Desain ini memisahkan tata kelola, utilitas, dan penyimpanan nilai, secara logis cukup jelas. Permintaan BERA berasal dari biaya transaksi, seiring pertumbuhan dApp ekosistem, permintaan terhadap BERA harusnya terus berlanjut.

Dari data pasar saat ini, harga BERA sekitar $0.37, penurunan 6.25% dalam 24 jam, kapitalisasi pasar sekitar $39.62 juta. Harga ini mencerminkan proses penemuan harga di tahap awal. Biasanya token L1 seperti ini setelah diluncurkan akan mengalami fluktuasi, lalu akan ada rebound berbentuk U—penjual airdrop awal menjual, sementara penyedia likuiditas jangka panjang mulai mengakumulasi.

Saya rasa keberhasilan Berachain sangat bergantung pada apakah TVL bisa terus meningkat. Karena dalam mekanisme PoL, keamanan jaringan langsung terkait kedalaman likuiditas. Semakin dalam likuiditas, slippage semakin rendah, ekosistem jadi lebih menarik, lebih banyak modal masuk, membentuk umpan balik positif. Jika flywheel ini bisa berputar, nilai jangka panjang BERA akan sangat kokoh.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah tingkat pembakaran BGT. BGT bisa dikonversi menjadi BERA dengan rasio 1:1 dan dibakar, rasio konversi ini akan mempengaruhi pasokan BERA yang beredar. Jika pengguna lebih cenderung memegang BGT untuk mendapatkan pengaruh tata kelola daripada membakar dan mengonversi ke BERA, itu menunjukkan pasar cukup optimis terhadap bobot tata kelola Berachain. Sebaliknya, jika tidak, berarti pasar kurang percaya.

Dalam pembangunan ekosistem, mainnet Berachain sudah menyiapkan ratusan dApp, dan proyek-proyek ini sudah teruji di jaringan testnet. Integrasi protokol komunikasi lintas rantai akan menjadi tonggak penting berikutnya, saat aset dari chain lain bisa masuk ke pool PoL Berachain, ini akan menjadi katalisator utama utilitas BERA.

Secara keseluruhan, eksperimen Berachain ini cukup menarik untuk diikuti. Mekanisme PoL benar-benar inovatif dalam hubungan antara konsensus dan likuiditas, jalur akumulasi nilai BERA juga cukup jelas—mendorong pertumbuhan jaringan dan volume transaksi, yang selanjutnya meningkatkan permintaan token gas. Tentu saja, di tahap awal, manajemen risiko harus dilakukan dengan baik, karena performa mekanisme baru ini masih perlu waktu untuk divalidasi. Kalau tertarik, bisa juga riset sendiri data pasar dan perkembangan proyek ekosistem Berachain.
BERA0,46%
HONEY-1,99%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan