Gue baru perhatiin gerakan mata uang komoditas di G10 currencies beberapa bulan lalu, tuh dolar Australia, kron Norwegia, sama dolar Selandia Baru pada saat itu lagi naik lumayan, masing-masing sekitar 6%, 5%, dan 4% dalam periode itu. Ketiganya jadi yang terdepan dalam G10 currencies saat itu.



Yang menarik adalah alasan di belakangnya. Ternyata trader pada waktu itu sedang repricing ekspektasi suku bunga global. Mereka mulai berpikir bahwa ekonomi utama mungkin bakal berhenti potong suku bunga dan kembali fokus ke inflasi. Reserve Bank of Australia udah mulai kenaikan suku bunga, dengan inflasi trimmed mean naik ke 3,4%, yang bikin pasar yakin ada lagi kenaikan di depan. Norwegia juga dapat perhatian karena inflasi yang melampui ekspektasi. Sementara itu, New Zealand benefit dari spekulasi pasar tentang kenaikan suku bunga di bulan-bulan berikutnya.
n
Komoditas juga ikut mendorong gerakan ini. Harga minyak, tembaga, dan barang-barang lainnya naik, membuat ketiga mata uang komoditas ini bergerak bersama lebih kuat. Strategis waktu itu nunjukin bahwa dengan suku bunga Australia mulai di atas AS untuk pertama kali dalam beberapa tahun, plus dolar yang melemah, dana mulai mengalir ke ekonomi dengan kondisi fiskal lebih sehat dan eksposur komoditas bagus.

Tapi di sisi lain, ada perdebatan tentang apa yang bakal dilakukan The Fed. Meski pasar masih expect beberapa kali penurunan suku bunga, beberapa lembaga malah percaya The Fed bisa tetap hold sepanjang tahun. Risiko inflasi masih di atas target, jadi diskusi tentang 'era hawkish baru' jadi semakin ramai saat itu.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan